Klien: Bapak Moch. Nasir
Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Luas lahan : 514,5 m2
Luas bangunan : 182,5 m2
Tahun : 2008
Arsitek : Noor Zakiy M dan Utari Puji A
Status: tahap pembangunan
Pada desain ini, lahan terletak diantara perkampungan dan perumahan modern. Selain itu, lahan berbentuk persegi panjang. Dari segi perletakan rumah, pemilik menginginkan rumah ini menghadap ke perumahan modern, namun tetap memiliki akses lansung ke perkampungan. Lahan itu sendiri merupakan lahan kosong dan belum ada bangunan sama sekali.

Ide awal yang ditangkap dari keinginan pemilik rumah adalah keinginannya memiliki rumah yang sederhana, tidak berlebihan, nyaman, sehat, dan tentu saja asri. Pemilik sendiri berharap ini rumah pensiunnya kelak di hari tua. Ada unsur nostalgia di masa kecilnya di Surabaya, itulah mengapa pemilik menginginkan kesederhanaan rumah terlihat seperti rumah kampung. Sedangkan mengapa dihadapkan pada cluster perumahan mewah di depan, karena pertimbangan akses jalan yang cukup lebar.

Dalam proses perancangannya, kami membagi massa bangunan menjadi 2. Pertimbangan awal adalah untuk menekan biaya struktur. Selain itu harapan kami dengan membagi massa, maka akan terbentuk ruang perantara yang memungkinkan adanya kantong udara, sehingga sirkulasi udara semakin lancar.

Pada massa 1, kami letakkan menghadap perumahan modern (sesuai dengan keinginan pemilik). Pada bagian ini, kami fungsikan untuk ruangan-ruangan yang bersifat publik, yaitu ruang tamu menyatu dengan ruang keluarga, ruang dapur dengan ruang makan, tempat cuci baju, dan ruang ridur pembantu. Ruang tamu dan ruang keluarga dibuat menyatu dan dipisahkan dengan sekat bertujuan untuk menimbulkan ruang besar sewaktu-waktu jika pemilik mengadakan acara kumpul keluarga yang sering dilakukannya.

Pada massa 2, kami fungsikan ruangan yang bersifat privat. Maka hampir seluruh bangunan pada bagian ini digunakan untuk ruang tidur dan kamar mandi.
Terdapat ruang antara massa 1 dan massa 2, yang kami fungsikan sebagai kolam ikan dengan gazebo. Dan selebihnya, tanah akan ditanami dengan rumput dan pengolahan landscape. Hal ini dimaksudkan, agar dengan adanya pepohonan rindang maka berdampak pada kesegaran udara, dan ini merujuk pada unsur kenyaman dan kesehatan rumah. 
Untuk bahan bangunan, kami mengadopsi genteng yang digunakan disekitar perkampungan, yaitu karang pilang. Finishing dinding kami rencanakan tidak di cat, melainkan hanya berupa acian halus, juga untuk mereduksi biaya. Namun untuk lantai, kami gunakan lantai granit, dengan pertimbangan harga sekarang tidak terlalu beda dengan lantai keramik, dan tingkat kerapian lebih tinggi.

Sedangkan bahan pintu untuk rumah ini, kami pilih kayu kamper. Pintu pada rumah ini menggunakan sistem folding (lipat) untuk membuat rumah terkesan semakin lapang. Kami bermain unsur kayu sebagai bahan pengisi dinding pada massa 2, kayu-kayu ini nantinya akan difungsikan si ibu pemilik rumah untuk meletakkan pot-pot kecil miliknya.
FOTO TERBANGUN




eksterior

interior
0 comments:
Post a Comment