klien : Bapak oktavianto
lokasi : Keputih Surabaya
luas lahan : 240 m2
luas bangunan :
tahun: 2010
arsitek: noor zakiy m dan utari puji a
status : dilaksanakan
Mempunyai lahan dekat dengan universitas terkemuka, kemudian di investasikan menjadi rumah kos merupakan hal yang menjanjikan keuntungan untuk dilakukan. Seperti halnya yang ingin dilakukan oleh klien kami.
Lahan terletak di areal kapling perumahan yang hanya berjarak 3 - 5 menit dari salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Lahan ini merupakan lahan sudut dalam areal perumahan, menghadap ke timur, dengan area memanjang menghadap utara, sehingga secara langsung memblok penetrasi cahaya matahari dari arah barat, dan juga memaksimalkan aliran udara masuk ke dalam lahan. Kejelian klien dalam memilih lahan inilah yang nantinya sedikit banyak mempengaruhi konsep perancangan dan tata ruang dalam bangunan.
site
konsep perancangan
perhatian kami adalah bagaimana keunggulan letak lahan dapat berpengaruh kepada ruang - ruang dalam bangunan, kemudian juga ke dalam masing - masing kamar sewa, mengingat tidak tersedianya fasilitas AC dalam bangunan, dan lagi ditambah dengan tingkat suhu yang relatif tinggi di kota ini, dan juga segi keuntungan dimana lahan ini harus menampung jumlah kamar sebanyak - banyaknya untuk menghasilkan keuntungan yang berlipat.
hal pertama yang dilakukan adalah menetukan grid kamar, sebisa mungkin luasan kamar dapat digunakan secara optimal (tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil). Grid yang dipilih adalah 3,25 m x 2,75 m dengan pertimbangan tata letak dan ukuran furniture dan pola aktivitas yang mungkin terjadi dalam kamar sewa.

denah lantai 1
hal kedua adalah menempatkan ruang - ruang komunal, yang merupakan titik temu aktivitas penyewa kamar, pada sisi utara lahan dengan bukaan yang lebih lebar, diharapkan ruang komunal tersebut dapat menampung sebanyak - banyak nya pencahayaan alami dan penghawaan alami ke dalam bangunan.
setelah itu ruang - ruang kamar sewa diletakkan linear dalam lahan dengan area servis di belakang, kemudian dibuat void - void untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami masuk kedalam bangunan.
tiap - tiap kamar diupayakan mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami dengan jalan membuat lebih dari satu bukaan jendela pada tiap kamar. jendela dengan sistem krepyak digunakan untuk menjamin udara dapat mengalir kedalam bangunan tanpa harus membuka jendela.
ukuran kolom dalam bangunan dibuat rata dengan tembok, agar memudahkan penyewa dan pemilik mengatur furnitur dalam kamar. volume lantai 2 lebih besar dibandingkan volume lantai 1 untuk menghindari konflik terhadap sempadan bangunan, hal ini kemudian sengaja di ekspose dengan cara meminimkan titik - titik kolom penopang lantai 2, sehingga mengesankan bahwa separuh nagunan terlihat melayang, terutama pada area entrance bangunan sehingga memberikan efek dramatis sebagai salam selamat datang.

perspektif samping
ketertarikan klien akan kekayaan arsitektur tradisonal banyak mempengaruhi tampilan bangunan, tapi tidak serta merta pula diadopsi langsung kedalam tampilan bangunan agar bangunan tidak terkesan terlalu kaku dan terjebak / condong ke salah satu bentuk arsitektur tertentu.



No comments:
Post a Comment