klien : Gereja Yesus Sejati
lokasi : JL. Merbabu no 6 Surabaya
luas lahan : 336 m2
luas bangunan : -
arsitek : noor zakiy m dan utari puji a
status : desain
Ketika sebuah bangunan suci tak lagi hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tempat manusia berinteraksi dengan Tuhannya, mampukah fungsi - fungsi tersebut diakomodasi oleh bangunan yang ada??, akankah manusia masih dapat menemukan kekhusukan dalam berinteraksi dengan Tuhan?? ..
Saat ini Gereja Yesus Sejati tak lagi hanya sebagai sebuah bangunan untuk beribadah dengan Tuhan, tetapi juga sebagai sebuah wadah bagi komunitas, wadah untuk menggelar pernikahan, pelatihan dll, menyebabkan diperlukannya sebuah perencanaan untuk mengatur semua fungsi - fungsi yang ada ke dalam bangunan sekaligus mengusahakan kenyamanan ruang - ruang dalam bangunan, mengingat luasan lahan yang terbatas.


Perluasan ruang seoptimal mungkin memakai luasan lahan yang ada, dan juga dengan cara penambahan lantai bangunan.
Grid - grid struktur utama bangunan dipertahankan dengan tujuan untuk meminimalisir pembongkaran bangunan, kemudian titik - titik kolom diperkuat untuk membantu menopang lantai - lantai baru diatas.

Tangga yang tadinya berada di area depan dipindah ke sebelah kiri bangunan tepat berada di tengah - tengah bangunan, untuk memudahkan akses jemaat maupun pengguna bangunan baik sehari - hari maupun dalam kondisi darurat.
Lift dengan kapasitas 20 orang ditambahkan pada area belakang bangunan, untuk kemudahan akses vertikal serta untuk mewadahi kaum difabel, dengan lobi kecil, dan area servis di sebelahnya.
keruangan
Lantai 1 diurug setingggi 50 cm dari kondisi eksisting dengan tujuan memperpendek tinggi lantai 1 ke lantai 2 untuk mendapatkan ketinggian anak tangga yang nyaman serta upaya untuk menjamin bangunan bebas dari kemungkinan terkena luapan saluran pembuangan kota.
Area ini dialihfungsikan menjadi area arkir bagi jemaat gereja, mengingat bangunan ini pada walnya membebankan parkir pada jalan disekitar gereja.
lantai2 diperuntukkan sebagai area serbaguna, yang nantinya mewadahi kegiatan mulai dari seminar hingga gelaran resepsi pernikahan.
lantai 3 dan 4 digunakan untuk kegiatan yang lebih private, yaitu area ibadah, dengan pertimbangan jauh dari kebisingan (area umum), serta kemudahan akses dari lantai dibawah nya maupun dari lantai yang ada diatasnya. Dalam ruang ini dipasang panel panel aksutik yang terbuat dari glasswool, untuk mengurangi pantulan suara dalam ruang sehingga para jemaat dapat berdoa lebih khusyuk.
lantai 5 digunakan untuk ruang kelas minggu dan perpustakaan, serta area kamar untuk pastur, sedangkan lantai atap digunakan sebagai area komunal outdoor yang dilengkapi dengan pantry dan mini stage, juga sebagai area tunggu bagi orang tua yang mengantarkan anaknya mengikuti kelas minggu.
di sela - sela ruang pakai tiap - tiap lantai disisipkan ruang terbuka, beberapa diantaranya menerus ke lantai diatasnya, merupaka sebuah upaya untuk menarik penetrasi sinar matahari dan pengahawaan alami dalam bangunan, sebuah upaya untuk meningkatkan kenyamanan thermal dalam bangunan.
building performance

Jendela depan fasad bangunan dibuat menyerong ke kiri dan kanan dengan tujuan menghindarkan penetrasi sinar matahari yang berlebihan (arah barat) yang dapat membuat efek glare dalam bangunan.
Saat ini Gereja Yesus Sejati tak lagi hanya sebagai sebuah bangunan untuk beribadah dengan Tuhan, tetapi juga sebagai sebuah wadah bagi komunitas, wadah untuk menggelar pernikahan, pelatihan dll, menyebabkan diperlukannya sebuah perencanaan untuk mengatur semua fungsi - fungsi yang ada ke dalam bangunan sekaligus mengusahakan kenyamanan ruang - ruang dalam bangunan, mengingat luasan lahan yang terbatas.


kondisi eksisting
Perluasan ruang seoptimal mungkin memakai luasan lahan yang ada, dan juga dengan cara penambahan lantai bangunan.
Grid - grid struktur utama bangunan dipertahankan dengan tujuan untuk meminimalisir pembongkaran bangunan, kemudian titik - titik kolom diperkuat untuk membantu menopang lantai - lantai baru diatas.

denah lantai semi basement dan lantai 1
sirkulasi bangunanTangga yang tadinya berada di area depan dipindah ke sebelah kiri bangunan tepat berada di tengah - tengah bangunan, untuk memudahkan akses jemaat maupun pengguna bangunan baik sehari - hari maupun dalam kondisi darurat.
Lift dengan kapasitas 20 orang ditambahkan pada area belakang bangunan, untuk kemudahan akses vertikal serta untuk mewadahi kaum difabel, dengan lobi kecil, dan area servis di sebelahnya.
keruangan
Lantai 1 diurug setingggi 50 cm dari kondisi eksisting dengan tujuan memperpendek tinggi lantai 1 ke lantai 2 untuk mendapatkan ketinggian anak tangga yang nyaman serta upaya untuk menjamin bangunan bebas dari kemungkinan terkena luapan saluran pembuangan kota.
Area ini dialihfungsikan menjadi area arkir bagi jemaat gereja, mengingat bangunan ini pada walnya membebankan parkir pada jalan disekitar gereja.
lantai2 diperuntukkan sebagai area serbaguna, yang nantinya mewadahi kegiatan mulai dari seminar hingga gelaran resepsi pernikahan.
lantai 5 digunakan untuk ruang kelas minggu dan perpustakaan, serta area kamar untuk pastur, sedangkan lantai atap digunakan sebagai area komunal outdoor yang dilengkapi dengan pantry dan mini stage, juga sebagai area tunggu bagi orang tua yang mengantarkan anaknya mengikuti kelas minggu.
di sela - sela ruang pakai tiap - tiap lantai disisipkan ruang terbuka, beberapa diantaranya menerus ke lantai diatasnya, merupaka sebuah upaya untuk menarik penetrasi sinar matahari dan pengahawaan alami dalam bangunan, sebuah upaya untuk meningkatkan kenyamanan thermal dalam bangunan.
building performance

perspektif
Sedapat mungkin mengakomodasi material sisa bongkaran seperti kusen dan daun pintu jendela, selain untuk menghemat pengeluaran juga ditujukan untuk membangkitkan rasa kenangan akan bangunan yang lama, selain itu untuk menghemat biaya digunakan pula material beton ekspose, selain itu dipakai pula material bata ekspose finish coating, untuk membentuk fokus visual pada fasad depa bangunan, cerminan kesederhanaan sebuah bangunan ibadah.Jendela depan fasad bangunan dibuat menyerong ke kiri dan kanan dengan tujuan menghindarkan penetrasi sinar matahari yang berlebihan (arah barat) yang dapat membuat efek glare dalam bangunan.






No comments:
Post a Comment